This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian





Nyala api lilin ternyata mengandung limpahan berlian. Ini adalah temuan Wuzong Zhou, ilmuwan dari University St Andrews, Skotlandia, Inggris, yang dipublikasikan di Chemical Communication Journal bulan ini.

Penemuan ini bisa dikatakan tak direncanakan. Zhou hanya memenuhi tantangan koleganya yang mengatakan bahwa tak ada yang bisa mengetahui penyusun nyala lilin.

"Kolega universitas lain mengatakan, pasti tak ada yang tahu penyusun nyala lilin. Saya bilang, saya percaya sains dan bisa menjelaskan semua, jadi saya berusaha menemukan," kata Zhou.

Hasilnya mengejutkan. Ternyata ada 1,5 juta nanopartikel berlian dalam nyala lilin tiap detik. Ukuran partikel berlian sangat kecil. Susunan 300.000 partikelnya cuma akan menghasilkan bentuk seukuran kepala pin.

Untuk mengetahui adanya partikel berlian itu, Zhou mengembangkan penyaring yang bisa memisahkan partikel dari pusat nyala lilin bersuhu 1.400 derajat celsius, kemudian mengevaluasinya.

Selain berlian, nyala lilin ternyata juga mengandung empat jenis senyawa karbon yang berbeda, termasuk grafit, jenis senyawa karbon yang biasa dipakai sebagai bahan baku mata pensil.

Penemuan berlian di nyala lilin berpotensi menyediakan "lahan" tambang baru untuk mendapatkannya. Cincin atau kalung berlian bisa dibuat dengan cara membakar lilin nantinya. "Sayangnya, partikel berlian terbakar dalam proses, menghasilkan CO2," kata Zhou memupuskan harapan.

Walau demikian, ia mengatakan, penemuan ini akan mengubah cara manusia memandang nyala lilin. Ia mengatakan tak usah khawatir, mungkin nanti ada penelitian yang bisa memberi solusi.

Yang jelas, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (18/8/2011), Zhou kini akan meneliti api barbeque, apakah juga mengandung berlian.

Penemuan ini seperti mengingatkan kita pada kuliah kimia oleh Michael Faraday pada tahun 1860 di Inggris. Ia mengatakan, nyala lilin memiliki keindahan emas, perak, dan berlian. Kini diketahui, memang ada berlian dalam nyala itu.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/08/19/16200490/Nyala.Lilin.Ternyata.Mengandung.Berlian

Keyboard Canggih dari Laser

Headline




Inovasi keyboard komputer, huruf-hurufnya dipancarkan berupa sinar laser.

Perangkat keyboard komputer mengalami banyak kemajuan, modifikasi, dan inovasi. Mulai dari fisik keyboard dengan tombol-tombol, sampai keyboard virtual yang terintergasi di monitor berteknologi touch screen.

Dan sekarang ada keyboard bentuk lain, yang tak berwujud fisik ataupun virtual, melainkan laser. Alat berbentuk kotak ini berfungsi sebagai proyektor pemancar sinar laser.

Sinar-sinar laser warna merah yang dipancarkannya memproyeksikan gambar keyboard pada meja atau permukaan datar apapun. Dan karena sinar lasernya terang, maka keyboard ini bisa digunakan untuk mengetik di kegelapan. Lihat videonya di bawah ini









Keyboard ini dapat disambungkan ke iPhone, iPad, dan smartphone atau laptop, dengan menggunakan bluetooth. Alat ini bekerja dengan tenaga baterai 700mAh built-in, yang harus diisi ulang dengan kabel USB. Sekali charge, bisa untuk mengetik selama 150 menit.

Alat ini dijual di thinkgeek dengan harga Rp1,4 juta.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1767573/keyboard-canggih-dari-laser

Terekam Kamera, Cerdasnya Orangutan Hadapi Panas

Headline




Primata ini dikenal sebagai ‘manusia hutan’. Dari video jelas sekali mengapa ia mendapat julukan itu. Mamalia ini terekam kamera sedang ‘bertarung’ dengan panas.

Saat berada di kebun binatang di Tokyo seperti ditulis Dailymail, orangutan ini terekam sedang mencelupkan handuk ke kolam air dan mengelapkannya ke wajahnya. Hal ini membuktikan betapa cerdik primata ini mengalahkan hawa panas.

Menariknya, sebelum mengelap muka dengan handuk, setelah primata ini mencelupkan handuknya ke kolam, ia memerasnya terlebih dahulu serupa cara manusia. Memanjakan diri, orangutan ini tampak sangat menikmati kegiatannya tersebut.

Saat itu, perilaku unik primata ini berhasil menarik perhatian para pengunjung kebun binatang. Kini video itu berhasil menghibur semua orang di dunia maya.

Berikut ini videonya







sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1767450/terekam-kamera-cerdasnya-orangutan-hadapi-panas

Alasan Manusia Takut Berada di Ketinggian

Headline




Otak manusia sangat lihai menentukan posisi tubuh ketika sedang menginjak Bumi. Namun menurut peneliti Inggris, ketika menyangkut ketinggian, otak menjadi ‘gagu’.

Ilmuwan University College London menemukan, dalam hal seberapa tinggi posisi manusia, ruang ‘peta’ internal otak mengejutkannya sangat datar. Dalam penelitian hewan seperti dilaporkan UPI, peneliti meneliti dua jenis sel otak.

Sel-sel otak itu dikenal menciptakan representasi ruang otak. Sel jaringan mengukur jarak dan sel tempat mengindikasikan lokasi. Pada hewan, hanya sel tempat yang sensitif pada peningkatan ketinggian hewan.

“Implikasinya, indera ruang internal manusia cukup datar. MTautananusia hanya sensitif pada apa yang berada di ruang horizontal,” ujar pemimpin studi Kate Jeffery.

Temuan mengejutkan ini memiliki dampak pada situasi saat orang harus bergerak bebas di semua tiga dimensi.

Misalnya pada penyelam, pilot dan astronot. "Nampaknya, pengetahuan ketinggian otak tak sedetail informasinya mengenai jarak horizontal yang sangat spesifik,” ujarnya.

Hasil studi ini diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1767509/alasan-manusia-takut-berada-di-ketinggian

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More