This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Foto-foto Menakjubkan Bayi Binatang Dalam Rahim
10 Hewan Berkepala Dua di Dunia
Anak kucing berkepala dua ini lahir di klinik veteriner swan di perth, australia barat, ketika induknya dibawa masuk setelah mengalami komplikasi selama proses kelahiran. Kucing peliharaan george huber dan louisa burgess ini lebih kecil dari saudaranya tidak dilahirkan dengan cacat.
2. Tokek berkepala dua
Tokek dengan kepala pada setiap ujung ini ditemukan di toko antik huaihua city, provinsi hunan, china pada tanggal 3 juni 2008. Tokek ini memiliki panjang sekitar 10 cm. Tokek tersebut dapat merangkak perlahan-lahan dan dapat bergerak menuju arah yang berlawanan tanpa menoleh kepalanya.
3. Babi berkepala dua
Kelahiran babi berkepala di cina ini dipuji sebagai suatu keajaiban oleh petani disana karena babi secara umum dianggap sebagai simbol kesuburan di cina. Selain itu, binatang aneh ini lahir pada 2007, yang merupakan tahun babi , jadi daging babi yang unik ini dianggap sebagai berkah. Lahir dengan berat 1,5 kilogram, dengan 2 mulut dan 4 mata, di desa kecil di timor quanzhou provinsi fujian, cina.
4. Ular python berkepala dua
Ular python berkepala dua ditemukan oleh tim dokter hewan di kebun binatang di kolombo, sri lanka. Kedua kepalanya beroperasi secara independen dan memiliki kemampuan untuk makan. Ular dengan panjang 25 inci ini menggunakan kepalanya untuk mengontrol gerakan, sementara di yang sebelah kiri mengikuti secara alami. Pada umumnya, python, hidup dalam ekosistem alami, dapat mencapai hingga tujuh meter panjang dan dapat menelan binatang yang jauh lebih besar daripada badannya sendiri.
5. Kura-kura berkepala dua
Kura-kura berkepala dua ini ditemukan di florida yaitu di toko hewan peliharaan sean casey, kensington. Casey, sang pemilik toko hewan tersebut memperoleh kura-kura berkepala dua tersebut dari seorang laki-laki di florida yang menyelamatkan sekelompok telur setelah betina dewasa dibunuh oleh sebuah mobil. Casey lah yang merawat kura-kura tersebut di rumah, dan kemudian membawanya ke toko hewan peliharaan.
Sayangnya hewan peliharaan yang populer itu akhirnya dicuri dari toko hewan peliharaan.
6. Buaya berkepala dua
Merupakan bayi buaya kembar siam berkepala dua kembar yang ditemukan pada tahun 2001 oleh staf sebuah peternakan buaya di thailand.
7. Sapi berkepala dua
Sapi berkepala dua ini lahir di virginia, amerika serikat. Memiliki tiga set gigi, dua rahang bawah, dua hidung , tetapi hanya memiliki satu mulut dengan saluran udara yang terpisah, dan memiliki satu rongga mata, dengan dua mata di dalamnya.
Ini bisa disebabkan oleh kelainan genetik, atau kesalahan selama perkembangan embrio.
8. Domba berkepala dua
Domba berkepala dua ini lahir di islandia. Pall stefansson, dokter hewan setempat mengatakan bahwa domba berkepala dua ini sangat langka, meskipun ia telah mendengar dari dua kasus serupa selama bertahun-tahun. Domba selamat dalam proses kelahirannya itu ternyata tidak bisa mengangkatkan kepalanya.
9. Serangga berkepala dua
Serangga ini termasuk spesies belalang, jangkrik dan katydids. Hewan memiliki dua kepala, dan yang merah mungkin lebih menarik untuk mengalihkan perhatian dari pemangsa. Foto ini diambil di perkebunan kopi tua di amaga, negara bagian antioquia, kolombia yang memiliki ketinggian 1,400 m di atas permukaan laut.
10. Ikan berkepala dua
Ikan aneh ini tertangkap hilir wilayah oilsands alberta di danau athabasca dengan berat 2,5 kilogram. Ikan ini memiliki memiliki dua mulut.
7 Hewan Dengan Kekuatan Listrik yang Mematikan
1. Peters Ikan Belalai Gajah

Ditemukan di sekitar sungai di Afrika barat dan tengah, ikan ini berwarna gelap. Batang seperti tonjolan dari kepala adalah mulut yang sebenarnya.
Elephantnose fish dilengkapi dengan organ yang menghasilkan listrik khusus, yang terletak di ekor, yang terdiri dari ribuan "kotak seperti sel multi-bernukleus" disebut electroplax (atau electroplaques).
Menurut WetWebMedia.com, dalam keadaan istirahat, masing-masing sel electroplax memiliki muatan negatif di dalam dan muatan positif di luar.
Ketika organ dirangsang melalui kontraksi otot, maka akan menciptakan arus listrik lemah. Dengan demikian, Elephantnose fish ini mampu mendeteksi berbagai tingkat distorsi dan kemudian dapat membedakan antara predator dan mangsa.
2. Ikan Pari Electric

Seperti belut listrik, hewan ini, juga mampu mengendalikan tegangan di setiap muatan listrik dalam tubuhnya. Organ produksi terletak di kedua sisi kepala dan bersama-sama menghasilkan tegangan listrik sampai 220 volt.
Kejutan listrik yang dihasilkan hampir serupa dengan efek jika menjatuhkan pengering rambut ke bak mandi.
3. Hiu Kepala Martil

Ampullae mendeteksi medan listrik yang dihasilkan oleh hewan bawah air lainnya, sehingga memungkinkan hiu martil untuk memindai pasir dan menggali makan malam dari dasar laut.
Hiu Martil juga dikatakan menggunakan deteksi internal mereka seperti perangkat GPS, membantu untuk menyesuaikan diri dengan mendeteksi arus laut yang bergerak dalam medan magnet bumi.
4. Echidnas

Sistem electroreceptive di moncongnya masih kurang kompleks daripada platypuses. Electroreception mereka terbukti berguna meskipun mereka menjadi hewan darat karena moncong mereka terus menerus basah.
Hal ini jauh lebih mudah untuk menghantarkan listrik dalam air daripada di darat, itulah sebabnya mengapa kebanyakan hewan dengan electroreception berasal dari perairan.
5. Electric Skate

Mulut mereka terletak di bagian bawah tubuh mereka, sehingga lebih mudah untuk mencari makanan. Masing-masing dikembangkan dengan organ bilateral di sepanjang ekor yang menghasilkan sengatan listrik intermiten.
Intensitas shock bervariasi dari spesies ke spesies, tetapi umumnya mereka diberkati dengan daya tahan, yang memungkinkan mereka untuk menahan goncangan cukup lama.
Meskipun mengandalkan diri mereka dengan listrik yang dihasilkan untuk melawan predator, mereka juga menggunakannya sebagai cara untuk mengenali dan berkomunikasi dengan satu sama lain
6. Belut listrik

Jumlah tenaga listrik yang dihasilkan dengan mudah bisa mematikan bagi manusia dewasa berukuran rata-rata. Namun, sebagian dari apa yang membuat belut listrik sangat unik adalah kemampuannya untuk mengontrol intensitas guncangan mereka.
Belut listrik tidak benar-benar diklasifikasikan sebagai belut, tetapi lebih sebagai ikan.
7. Catfish Electric

Lele air tawar ini asli dari perairan tropis di Afrika. Dengan kemampuan untuk menghasilkan listrik sampai dengan 350 volt yang kira-kira jumlah yang sama yang diperlukan untuk menggerakkan komputer selama 45 menit.
Aneh....Orang Buta yang Dituntun Anjing Buta
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4qyO9hSRvodZ_RqTksiDq809-K8qIiwvIAscn2LHR7NnNNS2FpMtokJPVIjNLJFU5cxE_mTwZgNF3d9dKEGC7AKLL__HmabRZH3so0CsozPtfAp-OHSCprmQ7ZGiFyzj1MlYPSVgEtcE/s400/buta_1.gif)
"Edward adalah anjing yang sangat terlatih. Dia adalah mata saya dan dia bisa membaca pikiran saya," Graham merasa sangat beruntung memiliki Edward. "Serasa memiliki alat GPS dengan kontrol suara otomatis; tinggal bilang 'pasar', Edward akan membawamu ke pasar."Namun perjalanan pasangan ini harus terhenti setelah tim dokter hewan memvonis Edward terkena katarak ganas dan mereka harus 'mengambil' kedua bola matanya.The End! Sad ending! Akhir cerita, baik Graham maupun mantan penuntunnya, Edward hanya bisa terkurung di dalam rumah. Sementara, Sandra sang istri tidak bisa mengajaknya keluar setiap saat.Namun ini tidak berlangsung lama, Penuntun baru telah datang.Graham baru saja dikirimi seekor anjing baru bernama Opa, lebih muda dan lebih gesit tentunya. "Opal dan saya sudah semakin dekat. Dia sama pintarnya dengan Edward. Saya malah tidak menemukan perbedaan di antara mereka berdua."
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDX_saRQIDLMRi2qSC8MbuvJI3MeWrNhikx1RteyTz9QGBENwoDlZdROZ2bntImw7NvJwjgWWavBpb3WNhO42kCNpUPVxTiJ4aPmnLrPzO1alszdaEhfHhQn-j-ddLGcl7f9XGb2R2Ya0/s400/buta_2.gif)
Atas jasa-jasanya terhadap keluarga ini, Edward diijinkan untuk tetap tinggal bersama dan mengikuti kegiatan rutin yang dahulu pernah dilakukan bersama Graham. Hanya saja, tugas sebagai penuntun sudah diambil alih oleh Opal, anjing yang menuntun tuannya yang buta sekaligus anjingnya yang buta.
sumber : http://carboonj.blogspot.com/2012/03/aneh-orang-buta-yang-dituntun-anjing.html
Terbukti, Ikan Ternyata Juga Mabuk Laut
Apakah ikan juga mengalami mabuk laut? Seorang pakar zoologi dari Stutgart, Dr Reinhold Hilbig, mengkaji efek kondisi berkurangnya bobot di dalam air. Studi itu bagian dari riset bagaimana manusia terpengaruh dalam ruang.
Dalam studi, empat puluh sembilan ikan diletakkan dalam akuarium mini dan kemudian dikirim lewat pesawat yang pergi ke luar angkasa. Pesawat itu menyimulasikan kondisi hilang gravitasi dialami astronot di luar angakasa.
Ternyata, delapan dari ikan-ikan itu mulai berputar tanpa orientasi jelas. Mereka berenang membentuk lingkiaran. "Mereka sepenuhnya kehilangan keseimbangan, berperilaku seperti manusia yang mengalami mabuk laut," ujar Hilbig.
"Ikan-ikan itu kehilangan orientas, mereka benar-benar bingung dan terlihat seolah-olah hendak muntah," imbuhnya. Dalam alam liar ikan 'mabuk laut' seperti itu bisa menjadi mangsa ikan lain karena mereka tak mampu menyelamatkan diri dari bahaya.
Kedelapan ikan 'mabuk laut' itu pun kemudian dipisahkan dan diperiksa otaknya untuk melihat penyebab sesungguhnya 'sakit' mereka. "Sepertinya kehilangan kontak dengan pergerakan air dan getaran berperan besar dalam penentu diorientasi mereka." ujarnya.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/12/02/18/lzkstr-terbukti-ikan-ternyata-juga-mabuk-laut
Bonobo, Monyet Paling Erotis
Bonobo (Pan paniscus) mungkin salah satu jenis monyet yang paling erotis. Monyet ini memiliki perilaku seksual yang kompleks tidak sekadar untuk reproduksi, tetapi juga kebutuhan sosial lainnya. Mereka secara berkala menjalin kontak seksual baik dengan lawan jenis maupun jenis kelamin yang sama.
"Seks digunakan untuk mengurangi stres dan kompetisi, membangun kerja sama, mengekspresikan dan menguji hubungan sosial, menyelesaikan konflik, serta menghibur individu yang mengalami kesulitan," kata Zanna Clay dari Emory University di Atlanta, AS.
Clay melakukan penelitian di suaka margasatwa Lola Ya Bonobo di Kongo untuk mendalami soal komunikasi dan seksualitas Bonobo. Hasil penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal Scientific Report menyatakan bahwa betina menghasilkan panggilan yang khas ketika akan melakukan kontak seksual dengan sesama jenis.
Seks sesama jenis pada Bonobo betina tidak bertujuan untuk seks itu sendiri, tetapi juga terkait upaya untuk memperoleh status dalam kelompok.
"Melalui vokalisasi, betina hanya berusaha menawarkan dirinya untuk menjalin kontak seksual dengan individu penting dalam kelompok. Ini semua adalah soal menaikkan status sosial Bonobo betina," terang Clay seperti dikutip BBC, Kamis (1/3/2012).
Clay dan timnya menemukan bahwa panggilan biasanya dihasilkan oleh betina yang memiliki derajat lebih rendah. Panggilan akan semakin sering dilakukan bila terdapat betina yang dominan, disebut alpha female. Peneliti menuturkan, panggilan dihasilkan betina berhubungan strategi reproduksi.
Tak seperti pada simpanse, populasi Bonobo tidak didominasi jantan. Interaksi seksual membangun kebersamaan antarbetina dalam populasi. Pada dasarnya, kebersamaan inilah yang menjadi kunci dalam hubungan Bonobo.
Pada Bonobo jantan, kontak seksual sejenis juga terjadi. Setelah berkonflik, jantan saling menyentuh alat kelamin untuk meredakan ketegangan.
sumber : http://sains.kompas.com/read/2012/03/02/16115469/Bonobo.Monyet.Paling.Erotis.
RIP Pusuke, Anjing Tertua Mati di Jepang
Anjing tertua di dunia mati di Jepang. Pusuke, nama anjing itu, mati dalam di umur 26 tahun 9 bulan, atau setara dengan lebih dari 120 tahun di umur manusia.
Tidak jelas sebab kematian anjing itu. Pusuke tiba-tiba saja menolak untuk makan dan mengalami kesulitan bernafas setelah sekian lamanya dalam kondisi sehat.
Pusuke menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (5/11/2011) sore lalu. Dilaporkan Kyodo News dan AFP, Kamis (8/12/2011) anjing itu mati dalam kasih sayang pemiliknya, Yumiko Shinohara.
Shnihara mengatakan, "Dia telah hidup dengan saya selama 26 tahun, dan dia telah menjadi anak saya. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya karena telah hidup begitu lama," ungkap Shinohara.
Pusuke adalah anjing jantan yang dinobatkan sebagai angjing terua dalam Guinness Book of Records. Ia mungkin juga salah satu anjing paling beruntung.
Tak hanya anjing yang punya umur panjang di Jepang. Manusia Jepang juga punya harapan hidup paling tinggi.
Dinyatakan September 2011 lalu, bahwa 37 dari 100.000 orang di Jepang berusia lebih dari 100 tahun. 87 persen diantaranya adalah perempuan.
sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/12/08/20151017/RIP.Pusuke.Anjing.Tertua.Mati.di.Jepang
Ada Katak Cuma Sebesar Penjepit Kertas
Peneliti menemukan dua spesies katak baru di Vietnam. Nama kedua jenis katak itu ialah katak lumut kabut (Theloderma nebulosum) dan katak lumut jubah (Theloderma palliatum).
Nama katak pertama diambil dari habitatnya yang berkabut di dataran tinggi Kong Tum dan nama katak kedua diperoleh dari kemampuan katak mengubah warna punggungnya.
Kedua jenis katak tersebut memiliki warna dasar coklat dan ditemukan di wilayah dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Namun, jenis katak lumut kabut bisa survive hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Dua katak itu mencengangkan karena ukurannya kurang dari 3 cm, atau hanya sebesar penjepit kertas.
Penemuan jenis katak ini menggembirakan sekaligus menyedihkan. Pasalnya, katak yang ditemukan mungkin sudah terancam punah meski ditemukan di zona konservasi: katak lumut jubah di Taman Nasional Bidoup Nui Ba dan katak lumut kabut di Ngoc Linh. Peneliti hanya menemukan tiga katak lumut jubah dalam 20 survei selama tiga tahun.
Jodi JL Rowley dari Australian Museum dalam publikasinya di jurnal Zootaxa bulan ini, seperti dikutip Mongabay (7/12/2011), mengatakan, "Katak itu mungkin berada tersebar di area kecil di hutan dataran tinggi Kom Tum dan Langbian."
Karena itu, mereka terancam oleh kerusakan habitat dan koleksi yang berlebihan. Koleksi mungkin ancaman yang lebih besar, bahkan di wilayah dilindungi sebab anggota genus katak itu populer di penangkaran.
Menurut Rowley, seperlima spesies katak dan amfibi lainnya di Asia Tenggara terancam punah. Meski demikian, kekayaan biodiversitas amfibi sebenarnya di kawasan ini belum diketahui.
Ini mengenaskan sebab ancaman perusakan hutan, perubahan iklim, polusi, perdagangan satwa, dan lainnya terus berlangsung.
Secara global, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mendata bahwa 41 persen dari 7.000 jenis amfibi terancam punah. Dipercaya bahwa sejumlah 120 spesies amfibi punah dalam 30 tahun terakhir.
sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/12/08/20211618/Ada.Katak.Cuma.Sebesar.Penjepit.Kertas
Spesies Ular Langka Ditemukan di Sumatera
Peneliti WWF Indonesia, Ridwan Setiawan, menemukan spesies ular Sumatran pitviper atau Sumatran tree viper. Spesies bernama Trimeresurus sumatranus itu memang bukan spesies baru, tetapi tergolong spesies langka.
"Di Sumatera sekarang sudah sulit dijumpai spesies ini. Dulu mungkin cukup sering, sekarang sudah jarang," kata peneliti yang akrab disapa Iwan Podol itu.
Iwan mengungkapkan, Trimeresurus sumatranus merupakan ular berbisa dengan corak unik. Berwarna dasar abu-abu, ular itu bercorak hijau kekuningan dan memiliki ekor kemerahan. Ukurannya sepanjang 1,5-2 meter.
Ular tersebut tepatnya ditemukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Wilayah tersebut merupakan habitat yang sesuai untuk Sumatran pitviper karena kondisinya yang lembab dan kaya sumber pangan bagi ular.
Iwan menjelaskan, ular itu ditemukannya saat melakukan survei habitat badak sumatera beberapa waktu lalu. Tempat penemuannya adalah di kawasan hutan yang habitatnya masih terjaga, yaitu di hutan primer.
Trimeresurus sumatranus, jelas Iwan, biasanya memakan katak, tikus hutan, dan beberapa jenis burung. Biasanya, ular didapati berada di cabang pohon yang berukuran kecil dan masih dekat dengan tanah.
Menurut Iwan, ular tersebut aktif pada malam hari. Sebaran habitatnya sendiri ada di Sumatera, Mentawai, Nias, Borneo, hingga ke Semenanjung Malaysia hingga Thailand.
Saat ini, jenis ular langka ini pun menghadapi ancaman. "Ada banyak ular yang diburu. Ular ini coraknya unik, jadi termasuk salah satu yang diburu. Ular juga diburu untuk diambil toksinnya," kata Iwan.
Ancaman juga datang dari aktivitas perusakan hutan. "Kalau hutan dirusak, habitat dirusak, itu juga ancaman untuk ular ini," jelas Iwan saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/12/2011).
Menghentikan perusakan hutan dan perburuan adalah langkah tepat memelihara kelangsungan hidup spesies ular ini. Dengan langkah itu pula, banyak spesies bisa terselamatkan.
sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/12/05/14364081/Spesies.Ular.Langka.Ditemukan.di.Sumatera
Ajaib, Telur Penyu "Bicara" Sebelum Menetas
Spesies penyu sungai Australia (Emydura macquarii) meletakkan sekumpulan telur di pasir sungai. Telur yang berada di bawah perkembangannya lebih lambat daripada yang di atas. Namun, telur di kedua bagian itu ternyata menetas bersama.
Ricky-John Spencer dari University of Western Sydney di Australia penasaran dengan fakta tersebut. Ia menduga bahwa telur-telur tersebut 'saling bicara' terlebih dahulu sebelum menetas.
Untuk membuktikan dugaannya, ia merancang eksperimen. Spencer membagi sejumlah telur menjadi dua bagian. Satu bagian diinkubasi di suhu lebih tinggi sementara bagian lain diinkubasi di suhu lebih rendah. Setelah 2/3 masa perkembangan telur, keduanya lalu disatukan kembali.
Hasil menunjukkan bahwa kedua bagian telur tetap menetas dalam waktu bersamaan. Ketika dipersatukan, telur yang lebih lambat perkembangannya mengejar sehingga bisa menetas di waktu yang sama.
Menurut Spencer, kedua bagian telur itu mungkin berkomunikasi secara kimia. "Telur itu sebenarnya bernafas. Mereka menghirup oksigen dan mengeluarkan CO2," katanya seperti dikutip New Scientist, Rabu (30/11/2011).
Spencer menjelaskan bahwa telur yang lebih cepat perkembangannya akan mengeluarkan CO2 lebih banyak. Konsentrasi CO2 ini yang menjadi semacam 'panggilan' sekaligus pemicu agar telur lain lebih cepat berkembang.
Hasil penelitian Spencer dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B edisi terbaru November 2011. Spencer menjelaskan bahwa menetas bersama sangat penting bagi kesintasan penyu. Hal itu akan memastikan individu yang rentan terlindungi dari predator. Mereka memiliki teman yang melindungi.
sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/12/02/23222049/Ajaib.Telur.Penyu.Bicara.Sebelum.Menetas
Demi Kelapa Sawit, Ribuan Orangutan Dibantai
Pada 2007 silam, sebanyak 750-1.800 orangutan mati di Indonesia. Ribuan kematian orangutan terjadi di tahun-tahun berikutnya. Kemudian, dari hasil wawancara 9.983 responden di 687 desa di tiga provinsi Kalimantan antara bulan April 2008 hingga September 2009, setidaknya ditemukan 750 orangutan tewas dibantai.
Menurut hasil penelitian dilakukan Perhimpunan Pemerhati dan Peneliti Primata Indonesia (Perhappi) dan The Nature Conservancy (TNC), April 2008 hingga September 2009, menunjukkan adanya "perebutan ruang" antara manusia dengan orangutan.
Ironisnya, belum ada reaksi dari pemerintah atas tragedi ini sedikit pun. Pihak kementerian kehutanan Indonesia juga belum memberi berkomentar mengenai masalah ini. Padahal melihat dari banyaknya bukti tengkorak, kulit, dan bagian tubuh orangutan yang tergeletak berserakan di hutan, ini merupakan fakta yang sangat mengerikan.Yaya Rayadin, peneliti dari Pusat Peneliti Hutan Tropis (PPHT) meminta Pemprov Kaltim tak menutup mata terkait tragedi ini. Satu hal yang menurut Yaya tak kalah penting adalah anggaran untuk penyelamatan orangutan. Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai hal tersebut. “Kita berbicara konservasi orangutan. Tapi apakah ada budgetnya?,” tanyanya.
Dari kacamata pengamat lingkungan Niel Makinuddin, pemerintah juga punya andil dalam kerusakan habitat orangutan. Spesies orangutan dilindungi oleh undang-undang (UU). Tapi, ketika Tata Ruang memaksa habitat orangutan tergerus oleh kepentingan usaha, tidak ada hukum yang mengaturnya. “Padahal orangutan kalau habitatnya dirusak, sudah pasti mati. Entah dikejar karyawan perusahaan atau mati kelaparan,” ujar pengamat lingkungan ini.
Niel mengatakan, pakan dan ruang bagi orangutan merupakan kunci kehidupan. Jika dua itu tak ada, bisa dipastikan orangutan akan pergi mencari tempat baru. “Orangutan makan sawit atau kambiumnya akasia itu temporary, karena bukan itu makanan utama mereka, bisa dilihat dari struktur giginya. Tapi, karena keadaan, sebagian tempat sudah jadi batu bara, sawit, mereka lari,” jelas Niel.
Berdasarkan hasil studi dari tahun 2006 hingga sekarang, penelitian ground survey telah dilakukan bahkan telah berhasil membuat sekitar 74 km transek dan berhasil mengobservasi 1.500 pohon sarang dengan ditemukan sekitar 2.400 sarang orangutan. Dari luasan tersebut, mengacu kepada hasil penutupan kawasan hutan dan ground survey, diperkirakan masih terdapat sekitar 2.500-3.000 ekor orangutan di Lanskap Kutai.
Menengok ke belakang, pada 1990, jumlah orangutan di tanah Borneo diperkirakan mencapai 230 ribu. Pada 2007, angkanya diprediksi 54 ribu. Lalu, pada 2010, khususnya di Lanskap Kutai, menyusut jadi 2.500-3.000 ekor saja. Secara keseluruhan, populasi orangutan Kalimantan diperkirakan tinggal 50 ribu saja.
sumber : http://www.apakabardunia.com/2011/11/demi-kelapa-sawit-ribuan-orangutan.html
Hewan Mamalia Unik yang Belum Kamu Ketahui
sumber : http://www.ceritadisini.com/2011/11/hewan-mamalia-unik-yang-belum-kamu.html















